Thursday, November 13, 2014

5 PRINSIP PEMBELAJARAN EFEKTIF

Menyelenggarakan pembelajaran efektif merupakan impian setiap guru dan sekolah. Pembelajaran efektif adalah kegiatan pembelajaran yang berhasil mengantarkan peserta didik pada tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Secara managerial-administratif dan berlaku secara kedinnasan, ukuran keberhasilan tersebut adalah pencapaian kriteria ketuntasan minimal oleh setidaknyaa 85% siswa.
Mewujudkan pembelajaran efektif bukan hal mudah bagi kebanyakan guru, bahkan yang pernah mengajar berpuluh tahun sekalipun. Hal ini dikarenakan efektivitas pembelajaran merupakan proses yang kompleks, baik dipengaruhi oleh kondisi siswa, lingkungan maupun kompetensi pengajarnya.

Di antara sekian faktor penentu efektivitas pembelajaran, kemampuan pengajar merupakan faktor paling dominan. Pada sebagian orang pembelajaran efektif dipengaruhi oleh ketrampilan bawaan dalam mengajar. Sekalipun demikian, pembelajaraan efektif merupakan ketrampilan yang dapat dipelajari, setidaknya dengan memperhatikan beberapa prinsip berikut.
1.  Pengendalian Kelas
Pembelajaran efektif pertama-tama membutuhkan kemampuan pengajar untuk mengendalikan kelas, yaitu mengkondisikan siswa agar dengan antusias bersedia mendengarkan, memperhatikan dan mengikuti instruksi pengajar. Pengendalian kelas merupakan kunci pertama keberhasilan pembelajaran. Kegagalan ataupun pengendalian kelas yang kurang maksimal akan berakibat kegagalan atau minimal keberhasilan pembelajaran kurang optimal. Intinya, pengendalian kelas merupakan upaya membuat siswa secara mental siap untuk dibelajarkan. 
2.  Membangkitkan minat eksplorasi.
Setelah siswa secara mental siap belajar, tugas guru adalah meyakinkan siswa-siswinya betapa materi pembelajaran yang tengah mereka pelajari penting dan mudah dipelajari, sehingga menggugah minat mereka untuk mempelajarinya. Ibarat makan, setelah anak mandi, berganti pakaian dan duduk di meja makan, sajian yang akan mereka santap memang membangkitkan selera. Anak tahu makanan itu enak, bermanfaat dan tak sabar untuk segera melahapnya.
3.  Penguasaan konsep dan prosedur mempelajarinya
Seenak apapun makanan, pasti ada cara paling tepat untuk menikmatinya. Kesalahan cara menikmati tak jarang membuat anak kehilangan selera, misalnya makan satu ayam tetapi dari sambalnya lebih dulu. Itu sebabnya, hal pertama yang harus dilakukan adalah memperkenalkan hakekat makanan yang akan mereka santap, serta dari bagian mana atau dengan cara seperti apa menikmatinya. 
Tugas inti seorang guru secara profesional adalah memperkenalkan konsep dasar dari materi pelajaran yang tengah dipelajari, dimulai dari sisi termudah dan paling menarik. Guru yang benar-benar menguasai materi pelajaran pasti menemukan banyak cara untuk membuat anak didiknya memahami materi pelajaran, dan bila perlu membuat kiasan, terutama untuk materi pelajaran yang bersifat abstrak,  
4.  Latihan
Pemahaman dalam sekali proses akan sangat mudah menguap oleh berbagai aktivitas lain siswa. Memberikan latihan demi latihan baik berupa latihan di kelas, PR atau pemberian tugas-tugas tertentu merupakan wahana untuk memperkuat penguasaan materi yang telah dipelajari. Pemberian tugas dan latihan mutlak diberikan agar siswa berlatih secara terstruktur, sekalipun secara mandiri mereka mungkin saja mempelajarinya.
Hal yang harus diperhatikan dalam pemberian latihan meliputi ketercakupan materi pelajaran. Itu sebabnya kisi-kisi materi pelajaran harus disusun sejelas mungkin, sehingga dalam pemberian latihan dan penugasa benar-benar meluas dan mendalam.  
5.  Kendali Keberhasilan
Tugas guru tidak cukup hanya menyampaikan materi pelajaran, tetapi lebih dari itu guru harus memastikan seluruh siswa menguasainya. Penjajagan terhadap penguasaan materi pelajaran oleh siswa harus dilakukan baik selama proses pembelajaran, latihan maupun penugasan.
Selama kegiatan pembelajaran guru perlu mulai menjajagi penguasaan materi pelajaran semisal melalui kuis, snap shot, atau pertanyaan acak lainnya. Hal yang harus diperhatikan saat memberikan kuis atau pertanyaan penjajagan adalah jawaban siswa yang selama ini dikenal paling lemah daya tangkapnya. Meminta siswa yang dikenal paling lemah dan sedang daya tangkapnya menjadi indikator awal keberhasilan pembelajaran, sebab secara otomatis dapat diperkirakan penguasaan materi oleh siswa yang daya tangkapnya kuat.  

SUATU INOVASIKAH PENGGUNAAN JEJARING SOSIAL FACEBOOK SEBAGAI FORUM DISKUSI DALAM PERKULIAHAN DIFUSI INOVASI PENDIDIKAN (DIP) ?



A. PENDAHULUAN

Latar Belakang
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin canggih tidak dapat dipungkiri berpengaruh terhadap pola perilaku dan wawasan suatu system social tertentu. Termasuk salah satunya perkembangan teknologi dalam pembelajaran yang terjadi didunia pendidikan. seperti yang sekarang kita ketahui, adanya proses pembelajaran jarak jauh atau sering disebut online learning. Online learning dikombinasikan dengan pembelajaran konvensional dan diharapkan agar lebih efektif dan efisien. Online learning pada awalnya merupakan suatu inovasi yang terjadi dalam dunia pendidikan, dimana dalam penerapan online learning ini diharapkan mampu memecahkan masalah pendidikan yang selama ini menghantui dunia pendidikan kita.
Merujuk pada online learning diatas, salah satu jurusan pendidikan di Universitas Negeri Jakarta (UNJ) yakni Kurikulum dan Teknologi Pendidikan yang mana salah satu mata kuliahnya  Difusi Inovasi Pendidikan yang diampu oleh ibu Retno Widyaningrum, S.IKom., M.M menggunakan online learning dalam pembelajarannya yang berbentuk forum diskusi yaitu menggunakan jejaring social facebook.

Pada forum diskusi tersebut Dosen memberikan pertanyaan yang meminta mahasiswa berpartisipasi di dalamnya untuk turut berdiskusi dan menganalisis pertanyaan dan mengomentari komentar anggota forum yang memberi tanggapan. Terlepas dari itu semua yang menjadi topik perbincangan adalah, apakah forum DIP facebook ini termasuk inovasi atau bukan dalam mata kuliah ini. Alasan inilah yang menjadikan kami sebagai mahasiswa melakukan survey terhadap forum ini apakah forum ini termasuk inovasi atau bukan atau mungkin keduanya. Berikut akan dijelaskan secara spesifik mengenai topik ini.
Pertanyaan Survei
Apakah forum grup diskusi Difusi Inovasi Pendidikan ini termasuk inovasi dalam mata kuliah ini ? kalau anda jawab “YES”, atau “ NO” atau “YES&NO” berikan alasan yang mengacu pada teori Rogers dan Reigeluth!
  1. Hitung dan tabulasi berapa jumlah yang “aktif” (menjawab) serta berapa yang “pasif” (tidak menjawab)!
  2. Hitung dan tabulasi dari yang mahsiswa yang aktif dan berapa yang memilih “YES”, “NO”, dan “YES & NO”!
  3. Kategorisasi/klasifikasi serta hitung frekuensinya. Misalnya yg memilih “YES”, “NO”, “YES&NO”, apa saja alasan, dan hitung yang alasan yang sama!
Tujuan dan Manfaat Hasil Survei
  • Menjelaskan besarnya respon mahasiswa terhadap forum diskusi DIP di facebook melalui table dan grafik yang tersedia 
  • Menganalisis pendapat mahasiswa apakah facebook termasuk inovasi atau bukan. 
  • Untuk menumbuhkan rasa kreatifitas mahasiswa dalam menyajikan hasil survei yang telah mereka buat. 
  • Untuk menambah keaktifan pemahaman mahasiswa dalam mata kuliah Difusi Inovasi Pendidikan. mahasiswa tidak hanya diberikan teori-teori di dalam kelas tetapi dengan memanfaatkan facebook, ranah kognitif mahasiswa perlahan dapat berkembang dan akan lebih mudah untuk menerapkan suatu inovasi dalam kehidupan sehari-hari
Responden Survei dan Teknik Survei
Responden survei adalah mahasiswa yang mengikuti perkuliahan DIP di kelas Non Reguler pada semester 098. Teknik yang digunakan dalam melakukan survei yaitu pendataan terhadap jawaban mahasiswa yang di post melalui comment post facebook, kemudian memindahkannya dalam bentuk tabel dan grafik, menganalisis jawaban dengan melakukan pengklasifikasian pendapat, dan memberikan kesimpulan atas hasil survei yang didapat.

B.     HASIL SURVEI

Setelah melakukan serangkaian tahap untuk mensurvei keaktifan mahasiswa maka di dapatlah hasil sebagai berikut ini :
Gambar I Merupakan data keaktifan mahasiswa dalam menjawab forum diskusi DIP Mahasiswa  TP Non Reguler UNJ di facebook dengan total 40 mahasiswa. Yang terdiri dari 27 mahasiswa yang menjawab dan 13 mahasiswa yang belum menjawab.
Gambar II Merupakan data keaktifan mahasiswa dalam menjawab forum diskusi DIP Mahasiswa TP Non Reguler UNJ di facebook. 67% Mahasiswa aktif dalam menjawab pertanyaan sedangkan 33% Mahasiswa masih belum aktif dalam menjawab pertanyaan.
Gambar III & IV Merupakan tabel data jawaban mahasiswa (Yes, No, Yes & No,dan belum menjawab). Jawaban Yes, Yes & No, dan belum menjawab posisinya sama yaitu 13 mahasiswa yang menjawab. sedangkan yang paling sedikit ada di jawaban “No” hanya 1 mahasiswa yang menjawab. dari tabel diatas, Data dijelaskan dengan diagram batang disamping.
Gambar V Merupakan Persentase dari jawaban mahasiswa baik Yes, No, Yes & No dan yang belum menjawab. Persentase Yes dan Yes & No sama banyak sebanyak 32%, belum menjawab 33% dan terendah 3% dengan jawaban No.
Gambar VI Merupakan Data kategorisasi alasan jawaban Yes, No, dan Yes&No menjadi Yes A, Yes B, Yes&No A, Yes&No B, Yes&No C dan No. Yang paling banyak persamaan menjawab pada Yes A sebanyak 11 orang.
Gambar VII & VIII Merupakan tampilan dari diagram batang dan persentase dari data kategorisasi alasan Yes A, Yes B, Yes&No A, Yes&No B, Yes&No C, dan No.

C.     PEMBAHASAN

Berdasarkan data survei yang dihasilkan diatas timbul pertanyaan “mengapa data yang di hasilkan bisa seperti itu?” baiklah kita mulai pembahasan ini lebih mendalam lagi. Dalam forum diskusi DIP yang menggunakan facebook ini kita bisa melihat secara real jumlah mahasiswa  yang terdaftar di forum ini ialah 40 orang mahasiswa. Data yang saya dapatkan pada saat melakukan survei ialah 27 orang mahasiswa yang aktif dan sisanya 13 orang belum terlibat aktif dalam forum diskusi tersebut atau bisa dikatakan masih belum menjawab.
Menjawab pertanyaan yang ada, pertama-tama kita bisa melihat pada keaktifan mahasiswa, dari 40 mahasiswa yang terdaftar di forum bisa dilihat belum semua mahasiswa ikut aktif dalam group ini. Hal tersebut bisa kita lihat dari data yang dihasilkan, masih ada beberapa orang mahasiswa yang masih pasif dan bahkan tidak memberi respon sama sekali terhadap pertanyaan-pertanyaan yang diberikan oleh ibu Retno Widyaningrum dalam forum diskusi tersebut. Padahal kita semua tahu, salah satu tujuan diadakannya forum diskusi ini ialah agar semua mahasiswa dapat terlibat aktif dalam pembelajaran yang tidak hanya dilakukan didalam kelas tetapi juga di dunia maya, seperti di forum diskusi facebook ini. Masalah seperti ini jugalah yang menyebabkan kurang efektif fan efisiennya fungsi dari forum diskusi ini.
Sedangkan berdasarkan dari data hasi l survey mahasiswa (Yes, No, Yes & No) ditemukan hasil yang beragam dari mulai 4% yang menjawab No sampai yang paling banyak yaitu sebanyak 41% yang menjawab yes A berdasarkan kategorisasi alasan yang telah saya buat.
Lalu, inilah tujuan utama kita dalam melakukan survei diatas yakni suatu inovasikah Penggunaan facebook sebagai forum diskusi dalam perkuliahan DIP ? Mari kita bahas jawabannya berdasarkan hasil survey yang ada.
Berlandaskan pada dua teori, teori pertama berdasarkan pada teori Rogers yang menyatakan bahwa inovasi adalah "an idea, practice, or object perceived as new by the individual." (suatu gagasan, praktek, atau benda yang dianggap/dirasa baru oleh individu). Dari definisi tersebut maka kata perceived menjadi kata yang penting karena pada suatu ide, praktek atau benda akan dianggap sebagai inovasi bagi sebagian orang tetapi bagi sebagian lainnya tidak, tergantung apa yang dirasakan oleh individu terhadap ide, praktek atau benda tersebut. Hal inilah yang menimbulkan jawaban mahasiswa beragam tergantung kepada bagaimana cara pandang mereka dalam memahami definisi tersebut dikaitkan dengan keberadaan forum diskusi ini. Rata-rata mahasiswa setuju dengan definisi Rogers bahwa forum diskusi FB ini adalah suatu gagasan atau hal yang dianggap baru dalam mata kuliah DIP ini. Sedangkan sebagian lagi tidak setuju dengan forum diskusi facebook ini ialah suatu inovasi dikarenakan bukan hal yang baru dalam media pembelajaran (sebelum-sebelumnya telah ada).
Dan teori kedua berdasarkan pada teori inovasi yang dikemukakan oleh Charless Reigeluth. Dimana ia mengatakan bahwa Inovasi merupakan suatu proses perubahan secara menyeluruh dan berkelanjutan dalam mencapai suatu tujuan tertentu dimana hal ini dilakukan untuk memperbaiki sistem yang telah ada sebelumnya dengan melibatkan berbagai aspek agar tujuan yang telah ditetapkan dapat tercapai. Inilah landasan teori kedua yang digunakan oleh mahasiswa dalam menjawab pertanyaan yang disediakan setelah mengacu pada teori rogers. Dari teori Reigeluth inilah semakin beragam jawaban mahasiswa, perbedaan pendapat, dan lain sebagainya sehingga saya mengkategorisasikan perbedaan pendapat tersebut menjadi jawaban Yes, No, dan Yes & No seperti berikut :
  • Yes A : sudah memenuhi apa yang dikatakan berlanjut dan keseluruhan
  • Yes B : Berkelanjutan hingga tujuan yang telah direncanakan tercapai
  • Yes & No A : Tidak berkelanjutan (hanya sampai mata kuliah DIP selesai)
  • Yes & No B : Belum menyeluruh mencakup semua mahasiswa TP  sehingga diskusi berjalan tidak menyeluruh dan kurang efektif.
  • Yes & No C : bertujuan dan berkelanjutan dalam pelaksanaannya untuk mencapai tujuan tertentu
  • No : Belum bisa ditentukan dan diputuskan apakah dapat berkelanjutan kedepannya (setelah satu semester dilalui)
41% mahasiswa yang menjawab Yes A mereka berpendapat bahwa forum di facebook dalam perkuliahan DIP merupakan inovasi karena Sebagai sesuatu yang dianggap baru dan sudah memenuhi apa yang dikatakan berlanjut dan keseluruhan dalam artian berlanjut selama perkuliah ini ada, dan keseluruhan dalam arti berlaku untuk semua mahasiswa yag terdaftar di forum diskusi semester 098 ini.

Sedangkan Ada juga mahasiswa yang menjawab No dengan persentasi 4% dengan alasan forum diskusi facebook bukanlah sebuah inovas ia berpendapat bahwa banyak mata kuliah lain sebelumnya yang menggunakan pembelajaran online, seperti metode blended learning (perpaduan tatap muka dan e-learning) dan lain sebagainya sehingga menurutnya forum di facebook bukanlah suatu hal baru dan juga tidak pasti apakah berlanjut terus atau tidak setelah semester ini.

Selain itu berdasarkan hasil data diatas, menurut saya Seharusnya mahasiswa yang akan menjawab pertanyaan-pertanyaan  tersebut mampu menganalisis dan memahami dengan baik terlebih dahulu pertanyaan yang diberikan dan setelah itu menjawab pertanyaan dengan berlandaskan pada kedua teori yang di telah dikemukakan oleh Rogers dan Reigeluth, agar jawaban yang diberikan relevan dengan pertanyaan yang akan dijawab.

D.     PENUTUP

Kesimpulan           :

Dari survey tersebut dapat di ambil kesimpulan bahwa :

  1. Penggunaan facebook sebagai forum diskusi dalam perkuliahan DIP menunjukkan bahwa kini peran jejaring sosial bukan hanya untuk bersosial media biasa, tetapi dapat digunakan sebagai salah satu media pembelajaran online, yang mampu meningkatkan keaktifan dan membudayakan diskusi bagi mahasiswa dalam pembelajaran.
  2. Belum semua mahasiswa aktif di dalam forum diskusi maya yang di buat oleh Ibu Retno Widyaningrum untuk membudayakan diskusi dan keaktifan kepada mahasiswa. Sehingga tujuan yang ingin dicapai belum berjalan secara efektif dan efisien. 
  3. Apakah suatu inovasi penggunaan facebook dalam pembelajaran ? pertanyaan itu tergantung kepada sudut pandang dan pemahaman masing-masing mahasiswa dari sejauh mana mereka memahami materi yang mereka dapatkan. Dalam jawabannya pada dasarnya tidak ada yang salah dan benar, semuanya tetep kembali kepada diri kita masing-masing. Dan dalam jawaban tersebut tentunya harus disertai alasan yang logis dan sistematis berdasarkan pada kedua teori yang telah kita pelajari, yakni teori yang dikemukan oleh Rogers dan Reigeluth. Pemahaman terhadap kedua teori ini sangat penting untuk menghasilkan jawaban atau alasan yang relevan mengenai inovasi tersebut.

Saran
Agar forum diskusi berjalan efektif dan efisien sesuai tujuan yang telah ditetapkan sebaiknya semua mahasiswa yang terdaftar didalam forum diskusi ikut andil dalam semua kegiatan diskusi yang ada secara tepat waktu. Selain itu juga penting untuk memahami dan menganalis teori-teori yang terkait dalam pembelajaran ini untuk menghasilkan jawaban yang relevan dengan pertanyaan.


Pengertian dan Pelaksanaan Demokrasi Terpimpin, Liberal dan Demokrasi Pancasila

Demokrasi Terpimpin Adalah sebuah sistem demokrasi dimana seluruh keputusan serta pemikiran berpusat pada pemimpin negara. konsep sistem demokrasi terpimpin pertama diumumkan oleh Presiden Soekarno dalam pembukaan sidang konstituante pada tanggal 10 November 1956. Masa demokrasi terpimpin ( 1957-1965 ) dimulai dengan tumbangnya demokrasi parlementer atau demokrasi Liberal yang ditandai pengunduran Ali Sastroamidjojo sebagai perdana mentri. Namun begitu, penegasan pemberlakuan demokrasi terpimpin dimulai setelah dibubarkannya badan konstituante dan dikeluarkannya dekrit Presiden 5 Juli 1959. Demokrasi terpimpin adalah demokrasi yang dipimpin oleh sila keempat Pancasila.

PELAKSANAANNYA
1. Dominasi dari presiden,
2. Terbatasnya peranan partai politi,
3. Berkembagnya pengaruh komunis, dan
4. Meluasnya peranan ABRI (TNI) sebagai unsur sosial politik.
5. Adanya rasa gotong royong,
6. Tidak mencari kemenangan atas golongan lain,
7. Selalu mencari sintesa untuk melaksanakan amanat penderitaan rakyat,

8. Melarang propaganda anti nasakom, dan menghendeaki konsultasi  sesama aliran progresif revolusioner.
Demokrasi liberal adalah suatu sistem politik yang melindungi secara konstitusional hak-hak individu dari kekuasaan pemerintah, dalam demokrasi liberal keputusan-keputusan mayoritas (dari proses perwakilan atau langsung)diberlakukan pada sebagian besar bidang-bidang kebijakan pemerintah yang tunduk pada pembatasa-pembatasan agar keputusan pemerintah tidak melanggar kemerdekaan dan hak-hak individu seperti tercantum dalam konstitusi.
Landasan demokrasi liberal :
1. maklumat pemerintah tanggal 3 November 1945.
2. konstitusi RIS 1949 (pasak 116 ayat 2), dan
3. konstitusi UUD sementara tahun 1950 (pasal 83 ayat 2).

PELAKSANAANNYA
1. Kontrol terhadap negara, alokasi sumber daya alam dan manusiadapat terkontrol
2. Kekuasaan eksekutif dibatasi secara konstitusional,
3. Kekuasaan eksekutif dibatasi oleh peraturan perundangan,
4. Kelompok minoritas (agama, etnis) boleh berjuang, untuk memperjuangkan dirinya.

5
. adanya golongan mayoritas/minoritas,
6
. penggunaan sistem voting,oposisi, mosi dan demonstrasi, serta multipartai.
Demokrasi Pancasila Adalah demokrasi yang berdasarkan kekeluargaan dan gotong royong yang ditujukan kepada kesejahteraan rakyat, yang mengandung unsur unsur berkesadaran religius, berdasarkan kebenaran, kecintaan dan budi pekerti luhur, berkepribadian Indonesia dan berkesinambungan. dalam demokrasi pancasila, kebebasan individu tidak bersifat mutlak, tetapi harus diserahkan dengan tanggung jawab sosial. 
PELAKSANAANNYA
1. Mengutamakan musyawarah mufakat,
2. Mengutamakan kepentingan negara dan masyarakat,
3. Tidak memaksakan kehendak pada orang lain,
4. Selalu diliputi semangat kekeluargaan,
5. Adanya rasa tanggung jawab dalam melaksanakan hasil musyawarah,
6. Dilakukan dengan akal sehat dan sesuai dengan hati nurani yang luhur, dan

7. Kepurtusan dapat dipertanggung jawabkan secara mporl kepada Tuhan Yang  Maha Esa nberdasarkan nilai-nilai kebenaran dan keadilan .
8. Demokrasi Pancasila mulai berlaku sejak Maret 1966- Mei 1998, dan mulai Mei 1998 sampai sekarang berlaku Demokrasi Pancasila dalam Reformasi.

Perbedaan antara Demokrasi Terpimpin, Liberal dan Demokrasi Pancasila
Perbedaan
D.Pancasila
D.Liberal
D.Terpimpin
1.Cara pengambilan keputusan
2. Pahamnya
3. Sistem ekonomi
Dengan musyawarah, bila gagal, dilakukan voting
Pancasila
Kerakyatan (pasar dan koperasi)
Dengan suara terbanyak
Liberalisme
Liberal (mekanisme pasar)
Dengan musyawarah, bila gagal, diserahkan ke PBR
Sosialisme
Terpusat

Tuesday, November 11, 2014

kisah sukses inspiratif, Habibie Afsyah, Penyandang Difabel yang Sukses Jadi Pengusaha Bergaji Dolar

kisah sukses inspiratif habibie afsyah

Penyandang difabel seringkali masih dianggap tak bisa mandiri dan diperlakukan berbeda. Padahal jika diberikan kesempatan untuk bisa mengenal potensinya masing-masing, kaum difabel juga bisa sukses. Seperti Habibie Afsyah (26) yang kini sukses menjadi pengusaha dan motivator.
Habibie adalah seorang penyandang Muscular Dytrophy Tipe Becker. Kondisi kelainan genetik yang dialaminya sejak lahir ini membuat secara perlahan otot-ototnya melemah dan fisiknya menjadi tak berdaya. Meskipun demikian, keterbatasan fisik ini tak membuat Habibie patah semangat.
Sejak kecil, ia diajarkan oleh ibunya, Endang Setyati, untuk mandiri dan tak berbeda dari orang lain. Sang ibu ingin Habibie menyadari bahwa meskipun ia memiliki keterbatasan dan hanya bisa duduk di kursi roda, bukan berarti lantas ia tak bisa hidup mandiri dan menghasilkan sebuah karya.
“Iya sebenarnya penyakit ini dialaminya sejak lahir, tapi saya belum tahu. Saat usianya 8 tahun, barulah ada pencerahan. Saya browsing ke internet, cari tahu tentang penyakit ini. Dari situ saya tahu kalau penyakit Habibie ini mematikan pelan-pelan,” papar Endang kepada detikHealth, saat ditemui dalam diskusi interaktif yang diselenggarakan di Sequis Center, Jl Jend Sudirman, Jakarta, Selasa (11/3/2014).
Dokter memvonis Habibie hanya bisa hidup sampai menginjak usianya yang ke-25. Namun berkat berbagai fisioterapi yang dilakukannya sejak kecil dan semangat yang tinggi, Habibie yang lahir pada tanggal 6 Januari 1988 ini bisa bertahan hidup sampai kini berusia 26 tahun.
“Saat saya berusia 5 tahun, saya lihat banyak teman-teman TK yang berlarian, saya sempat berpikir kok saya tidak bisa. Sempat sedih, tapi sampai di rumah ketemu mainan sudah senang lagi. Saya senang main komputer dan game karena saya nggak bisa jongkok juga,” tutur Habibie.
Tak melanjutkan kuliah, Habibie memutuskan untuk mulai serius mendalami hobinya bermain game dan komputer. Awalnya ia belajar desain grafis, namun karena keterbatasan pergerakan tangan, lagi-lagi Habibie mengalami kendala. Akhirnya di tahun 2007 ia memulai bisnis online di bidang advertising. Kini usaha Habibie pun semakin sukses.
“Saya bersyukur diberi umur lebih dari yang divonis dokter sebelumnya. Setidaknya dibalik keterbatasan ini saya masih bisa berkarya. Gaji saya pun sudah campuran, rupiah dan dolar,” ungkapnya sambil tersenyum.
Habibie berpesan kepada teman-teman difabelnya untuk meletakkan mimpi besar sebagai tujuan awal dan jadilah mandiri. Setelah itu, ia juga mengingatkan pentingnya menemukan passion dan hobi yang bisa didalami, seperti komputer baginya. Yang pasti, dukungan dari orang terdekat seperti keluarga dan teman-teman juga dirasakan penting bagi Habibie.
Untuk ke depannya, penulis buku ‘Kelemahanku adalah Kekuatanku’ ini berharap Indonesia bisa menjadi negara yang inklusif bagi penyandang tuna daksa, termasuk dalam urusan pendidikan, pekerjaan, fasilitas umum, dan transportasi. “Angkutan umum masih belum ramah difabel, kalau ke mana-mana harus naik taksi atau mobil kan biayanya mahal,” pungkasnya.

kisah sukses inspiatif , inspirasi hidup, claudio Pria Berkepala Terbalik Sukses Taklukkan Dunia

kisah inspiratif, inspirasi hidup,

    terlahir dengan leher terlipat ke belakang. Alhasil, pria ini harus menjalani hidupnya dengan posisi kepala yang terbalik.
Namun, kondisi fisik yang bahkan membuat dokter yakin bahwa Claudio tak akan berumur panjang tidak membuat pria itu menyerah. Di tengah keterbatasannya, kini Claudio meraup sukses dalam kehidupannya.
Claudio (37) tak hanya terlahir dengan leher melipat ke arah punggung, kakinya juga tak sempurna. Demikian pula dengan kedua tangannya yang nyaris tak berfungsi.
Saat baru lahir, para dokter menyarankan ibunya agar berhenti memberinya makan karena para dokter yakin bahwa peluang Claudio untuk bertahan hidup sangat tipis.
Namun, kenyataannya, Claudio yang berasal dari Monte Santo, Brasil, itu tak hanya berumur panjang, tetapi bisa mengatasi segala kekurangannya. Bahkan dia menyelesaikan pendidikannya sebagai akuntan dan sukses menjadi seorang pembicara.
“Sejak kecil, saya selalu menyibukkan diri dengan berbagai hal. Saya tak suka bergantung pada orang lain,” kata Claudio.
“Saya belajar menyalakan televisi, menjawab telepon, menyalakan radio, serta menggunakan internet dan komputer. Semua saya lakukan sendiri,” tambah dia.
Bagaimana Claudio mengerjakan semua itu? Dia mengetik dengan menggunakan telepon yang digigit, mengoperasikan telepon dan mouse komputer menggunakan bibirnya, serta menggunakan sepatu khusus yang membuatnya bisa berjalan-jalan keliling kota.
Soal masa kecil Claudio, sang ibu Maria Jose memiliki banyak kenangan, termasuk prediksi dokter yang yakin bahwa putranya itu tak berumur panjang.
“Semua orang mengatakan bayi itu (Claudio) akan meninggal karena saat lahir dia kesulitan bernapas. Beberapa orang bahkan mengatakan Claudio tak usah diberi makan karena dia sudah sekarat,” ujar Maria Jose.
Namun, Maria Jose tak mendengarkan ucapan orang-orang itu. Keteguhan Maria terbayar ketika kini Claudio menjalani hidup penuh kesuksesan.
“Kini yang saya rasakan adalah kebahagiaan. Claudio sama dengan orang lain, itulah cara saya membesarkannya di rumah ini,” kata Maria.
“Kami tak pernah berusaha mengubah tubuhnya dan selalu menginginkan dia melakukan banyak hal normal seperti orang lain,” lanjut dia.
Dengan cara mendidik seperti itu, kata Maria, Claudio tumbuh dengan rasa percaya diri dan tak pernah malu dengan dirinya sendiri. “Saat berusia delapan tahun, Claudio yang awalnya selalu digendong ke mana-mana mulai berjalan dengan lututnya,” kenang Maria.
Akibatnya, keluarga harus mengganti lantai rumah sehingga Claudio bisa berjalan di dalam rumah tanpa harus mencederai dirinya sendiri.
Semua tempat di rumah itu dibuat untuk menyesuaikan dengan kondisi fisik Claudio. Tempat tidurnya, semua stop kontak, dan lampu dibuat lebih rendah sehingga dia bisa melakukan semuanya tanpa bantuan orang lain.
Dengan bentuk tubuhnya yang tak lazim ini, bahkan Claudio tak bisa menggunakan kursi roda. Namun, dia memohon kepada ibunya agar diizinkan bersekolah dan belajar dengan anak-anak lainnya.
Belakangan, para dokter mendiagnosis kondisi Claudio sebagai congenital arthrogryposis, suatu kondisi tubuh yang sangat langka.
“Sepanjang hidup, saya mampu beradaptasi dengan kondisi tubuh saya. Saat ini saya tak memandang diri sebagai orang biasa. Saya manusia normal,” ujar Claudio.
“Saya tak melihat dunia secara terbalik. Inilah yang selalu saya sampaikan saat saya berbicara di hadapan publik,” tambah dia.
“Kini semakin mudah menghadapi publik. Saya sudah tak memiliki ketakutan dan saya bisa katakan, saya profesional, pembicara publik internasional, dan saya mendapat undangan untuk berbicara dari seluruh dunia,” tambah Claudio bangga.

Popular Posts

 

© 2013 Great Cyber Wonder.inc. All rights resevered. Designed by Templateism | Blogger Templates

Back To Top